Kaigo Adalah, Pengertian, Tugas dan Cara Mendaftar

Nanang Erlangga

Kaigo Adalah, Pengertian, Tugas dan Cara Mendaftar
Ilustrasi Kaigo Adalah, Source: Idmarimo.com

Apakah kalian pernah mendengar istilah kaigo? Kaigo adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Jepang yang berkaitan dengan pekerjaan perawat. Kaigo biasanya diberikan pada orang yang sudah lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik atau mental.

Kaigo tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, emosional, dan spiritual. Kaigo bertujuan untuk membuat orang yang dirawat merasa nyaman, bahagia, dan bermanfaat. Kaigo juga berusaha untuk menjaga kemandirian dan martabat orang yang dirawat.

Kaigo juga menjadi salah satu profesi yang populer di Jepang. Profesi ini membutuhkan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan motivasi yang tinggi. Profesi ini juga memberikan peluang karir, penghasilan, dan pengalaman yang menarik.

Profesi kaigo juga memberikan kepuasan batin, penghargaan, dan pengaruh yang positif. Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang kaigo simak terus artikel ini sampai selesai!

Apa Itu Kaigo

Apa Itu Kaigo
Source: Ipkwiratama.com

Kaigo adalah sebuah konsep yang menggabungkan aspek medis, sosial, dan psikologis dalam memberikan perawatan kepada orang yang membutuhkan bantuan. Kaigo tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, emosional, dan spiritual.

Kaigo bertujuan untuk membuat orang yang dirawat merasa nyaman, bahagia, dan bermanfaat. Kaigo juga berusaha untuk menjaga kemandirian dan martabat orang yang dirawat.

Kaigo dapat diberikan di berbagai tempat, seperti di rumah, di rumah sakit, di panti lansia, atau di pusat perawatan. Kaigo dapat meliputi berbagai aktivitas, seperti membantu mandi, berpakaian, makan, minum, bergerak, berobat, bermain, belajar, berkomunikasi, dan lain-lain.

Kaigo juga dapat melibatkan berbagai pihak, seperti keluarga, teman, relawan, profesional kesehatan, dan tentu saja, pengasuh lansia.

Mengapa Kaigo Penting?

Mengapa Kaigo Penting
Source: Minnano-tokugi.com

Kaigo adalah penting karena beberapa alasan, antara lain:

  • Membantu memenuhi kebutuhan dasar dan hak asasi manusia, yaitu hidup dengan layak, sehat, dan bahagia. Juga membantu mencegah dan mengatasi berbagai masalah kesehatan yang sering dialami oleh orang yang membutuhkan bantuan, seperti luka, infeksi, dehidrasi, malnutrisi, depresi, demensia, dan lain-lain.
  • Menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap orang tua, yang merupakan salah satu nilai budaya yang penting di Jepang. Selain itu juga menunjukkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama manusia, yang merupakan salah satu nilai moral yang universal. Membantu mempererat hubungan antara orang yang dirawat dengan keluarga, teman, dan masyarakat.
  • Memberikan kesempatan bagi orang yang membutuhkan bantuan untuk tetap berpartisipasi dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Memberikan kesempatan bagi orang yang membutuhkan bantuan untuk tetap belajar, berkembang, dan berkontribusi. Memberikan kesempatan bagi orang yang membutuhkan bantuan untuk tetap mengekspresikan diri, bercerita, dan bermakna.

Cara Menjadi Pengasuh Lansia di Jepang

Cara Menjadi Pengasuh Lansia di Jepang
Source: Insanmedika.co.id

Menjadi pengasuh lansia di Jepang adalah sebuah profesi yang menarik dan menantang. Profesi ini membutuhkan keterampilan, pengetahuan, sikap, pendidikan dan motivasi yang tinggi. Profesi ini juga memberikan peluang karir, penghasilan, dan pengalaman yang menarik. Profesi ini juga memberikan kepuasan batin, penghargaan, dan pengaruh yang positif.

Untuk menjadi pengasuh lansia di Jepang, kalian harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:

  • Kalian harus memiliki visa kerja yang sesuai dengan profesi kalian, seperti visa kerja terampil, visa kerja khusus, atau visa kerja perawatan. Kalian juga harus memiliki izin tinggal yang valid dan mematuhi peraturan imigrasi yang berlaku.
  • Kalian harus memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik, setidaknya setara dengan level N4 atau N3 dari Japanese Language Proficiency Test (JLPT). Kalian juga harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup, setidaknya setara dengan level B1 atau B2 dari Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
  • Kalian harus memiliki sertifikat atau lisensi yang berkaitan dengan profesi kalian, seperti sertifikat kaigoshi, sertifikat fukushishi, sertifikat hokenshi, atau lisensi perawat. Kalian juga harus memiliki pengalaman kerja yang relevan, setidaknya satu tahun atau lebih.
  • Kalian harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memberikan perawatan yang baik, seperti pengetahuan tentang anatomi, fisiologi, patologi, farmakologi, psikologi, gerontologi, dan lain-lain. Kalian juga harus memiliki keterampilan dalam melakukan asesmen, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan dokumentasi perawatan. Kalian juga harus memiliki keterampilan dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah, dan mengatasi konflik.
  • Kalian harus memiliki sikap dan motivasi yang positif untuk menjadi pengasuh lansia, seperti sikap hormat, empati, sabar, ramah, jujur, dan bertanggung jawab. Kalian juga harus memiliki motivasi untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Kalian juga harus memiliki minat dan rasa cinta terhadap orang tua dan budaya Jepang.

Tips dan Trik Meningkatkan Keterampilan dan Kualitas Kaigo

Tips dan Trik Meningkatkan Keterampilan dan Kualitas Kaigo
Source: Flip.id

Menjadi pengasuh lansia di Jepang adalah sebuah profesi yang membutuhkan pembelajaran dan peningkatan yang terus-menerus. Kalian tidak bisa berhenti belajar dan berkembang jika ingin menjadi pengasuh lansia yang baik dan profesional. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa kalian lakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas:

  • Membaca buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang berkaitan dengan kaigo, kesehatan, dan budaya Jepang. Kalian bisa mencari sumber informasi yang terpercaya, terkini, dan relevan dengan profesi kalian. Kalian juga bisa mencari sumber informasi yang sesuai dengan tingkat kalian, mulai dari yang dasar hingga yang lanjut.
  • Mengikuti kursus, seminar, workshop, dan kegiatan pelatihan lainnya yang berkaitan dengan kaigo, kesehatan, dan budaya Jepang. Kalian bisa mencari kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga resmi, profesional, atau komunitas yang berpengalaman dan berkompeten. Kalian juga bisa mencari kegiatan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kalian, mulai dari yang teoritis hingga yang praktis.
  • Berlatih dan berpengalaman dalam memberikan kaigo, kesehatan, dan budaya Jepang. Kalian bisa mencari kesempatan untuk berlatih dan berpengalaman dalam memberikan kaigo, baik di tempat kerja kalian, di tempat lain, atau secara sukarela. Kalian juga bisa mencari kesempatan untuk berlatih dan berpengalaman dalam kesehatan dan budaya Jepang, baik dengan mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan, berinteraksi dengan orang-orang yang terkait, atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang terkait.
  • Mencari dan menerima umpan balik dari orang lain yang berkaitan dengan kaigo, kesehatan, dan budaya Jepang. Kalian bisa mencari dan menerima umpan balik dari orang-orang yang lebih berpengalaman, berkompeten, dan objektif, seperti atasan, rekan kerja, mentor, atau pelatih. Kalian juga bisa mencari dan menerima umpan balik dari orang-orang yang menjadi penerima kaigo, seperti orang tua, keluarga, atau teman. Kalian juga bisa mencari dan menerima umpan balik dari diri kalian sendiri, dengan melakukan refleksi, introspeksi, atau evaluasi diri.
  • Membuat dan mengikuti rencana pembelajaran dan peningkatan yang berkaitan dengan kaigo, kesehatan, dan budaya Jepang. Kalian bisa membuat rencana pembelajaran dan peningkatan yang realistis, spesifik, terukur, dapat dicapai, dan berbatas waktu. Kalian juga bisa mengikuti rencana pembelajaran dan peningkatan kalian dengan konsisten, disiplin, dan berkomitmen.

Contoh Kaigo yang Baik dan Buruk

Contoh Kaigo yang Baik dan Buruk
Source: parapuan.co

Untuk memberikan gambaran tentang kaigo yang baik dan buruk, berikut adalah beberapa contoh yang bisa kalian simak:

  • Contoh yang baik: Pengasuh lansia mengajak orang tua yang dirawat untuk berjalan-jalan di taman, sambil mengobrol tentang hal-hal yang menarik bagi orang tua tersebut. Pengasuh lansia juga membantu orang tua tersebut untuk berinteraksi dengan orang-orang lain yang ada di taman, seperti anak-anak, remaja, atau orang dewasa. Pengasuh lansia juga memperhatikan kebutuhan fisik dan emosional orang tua tersebut, seperti memberikan minum, makanan ringan, atau pelukan jika diperlukan.
  • Contoh yang buruk: Pengasuh lansia membiarkan orang tua yang dirawat untuk tidur sepanjang hari, tanpa memberikan stimulasi atau aktivitas yang bermanfaat. Pengasuh lansia juga mengabaikan kebutuhan dan keinginan orang tua tersebut, seperti tidak memberikan makan, minum, obat, atau perhatian yang cukup. Pengasuh lansia juga bersikap kasar, dingin, atau tidak peduli terhadap orang tua tersebut, seperti berteriak, mencela, atau mengancam.

Kesimpulan

Kaigo adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Jepang yang berarti perawatan atau perhatian pada orang yang membutuhkan bantuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Semoga pembahasan dari Orangbaik.org kali ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian tentang kaigo, kesehatan, dan budaya Jepang.

Bagikan: